Pagi pun datang diriku telah terbangun dari alam mimpiku, namun tak
seperti biasanya dalam benakku, ada sesuatu yang mengganjal di hati ini,
entah kenapa yang terjadi namun, aku mencoba mencari tahu.
Ternyata tepat hari ini adalah hari jadian ku dengan mantan
terindahku. Tak terasa hampir 1 tahun hubunganku telah berakhir
dengannya, walau aku tak tahu apa penyebab sebenarnya ia mengakhiri
hubungan ini. Sejenak terdiam tiba-tiba anganku kembali ke masa lalu
saat ku denganmu, terasa sangat indah saat dengannya layaknya dunia
milik berdua. Sedang indah indahnya membayangkan masa lalu tiba-tiba
terdengar seruan “cepat bangun waktunya sekolah” arggghh hancur semua.
Setelah selesai bersiap dan pergi ke sekolah aku pun tiba di sekolah,
sesampainya di kelas karena masih belum masuk KBM aku kembali melamun
dan mengingat kembali dia, namun saat ini aku mengingat saat ada
seseorang yang mendekatinya setelah beberapa waktu putus denganku, saat
itu di sekolah teman ku berkata “hey si itu (dia) lagi nyanyi bareng
sama kakak kelas itu, memang lagi deket tuh mereka berdua” di saat
itulah hatiku terasa hancur betapa tidak karena perkataan temanku itu
dibenarkan oleh banyak orang, hati ini seolah ingin berontak namun ku
sadar bahwa aku bukan siapa siapanya lagi dan aku tidak punya hak
melarang mereka. Setelah kejadian itu aku mulai menjauh darinya dan
membecinya. Hati mana yang tak hancur melihat orang yang kita sayangi
dengan orang lain.
Tak lama bel mulai KBM terdengar aku segera berhenti melamun dan
mulai menyiapkan buku pelajaran, saatnya waktu istirahat aku dan teman
temanku bergegas menuju kantin namun saat di jalan menuju kantin ku
bertemu dengannya yang juga akan menuju kantin, aku mencoba menyapanya
namun aku bukanlah cowok yang gampang melakukan itu, aku hanyalah cowok
yang pemalu di hadapan cewek karena itu aku mengurungkan niatku namun
aku hanya memandangnya dari kejahuan tanpa sepatah kata pun keluar untuk
menyapanya. Lalu ku meneruskan langkahku untuk ke kantin, selesainya
dari kantin aku langsung masuk kelas kembali dan mengikuti KBM hingga
waktunya pulang sekolah.
Sesampainya di rumah aku pun kembali melamun tentangnya dimana saat
setelah ku telah membencinya dan menjauh darinya, entah kenapa tangan
ini mencoba meraih benda kecil yang bernama handphone untuk mencoba
meng-invite no pinnya dan menuliskan kata “aku kangen kamu” namun
sebelum aku mengirimkan kata handphone ku bunyi, ternyata ada pesan dari
sahabatnya yang mengatakan “hey, mau lihat gak si (dia) ngirim bm ke gw
gini” dan sahabatnya berkata dia tidak berpacaran dengan orang yang
waktu itu nyanyi di depan kelasnya dengan dia. tak lama muncul sebuah
screenshot pesan antara dia dengan sahabatnya tersebut. Disana dia
menulis “eh bilangin dong ke si (aku) I Miss You” saat itu juga aku
langsung meminta no pinnya pada sahabatnya itu dan aku memulai duluan
untuk mengantarkan kata “maafin aku ya udah ngejauh” dia pun membalas
“iya aku juga minta maaf ya udah delete kontak kamu” aku pun membalas
pesan itu dengan kata “kangen” dan dia membalas “Sama” saat itu
komunikasi mulai membaik kembali dengannya, sampai hari ulang tahunku
dia mengirim gambar dia dengan tulisan “Selamat Ulang Tahun” di
tangannya aku pun mengucapkan terimakasih sebanyak banyaknya kepada dia,
dan saat ku membalas pesan yang masuk di hp ku, ku melihat ia membuat
status di profile messenger “I will never stop loving you” kata itu
adalah kata yang selalu aku ucapkan dan dia ucapkan melalui handphone
ketika aku atau dia akan tidur. Dan sebaliknya pada saat hari ulang
tahunnya aku datang menuju rumahnya dengan 1 sahabatnya dan 1 sahabatku
sambil membawa kue ulang tahun, kado dan bunga mawar merah untuknya,
lucunya di jalan menuju rumahnya tetangga rumahnya pada keluar heran
lihat anak sma bertiga bawa kue malam malam, karena hal itu aku
merasakan malu yang teramat sangat.
Aku pun memanggilnya dari luar rumahnya tak lama dia keluar dari
rumahnya dengan muka yang terlihat ngantuk dia berkata “ada apa ini?”
aku pun langsung memberikan kue ulang tahunnya dengan kata “nih” sambil
menahan malu kemudian aku memberikan bunga kepadanya. Dia pun suka
dengan kejutan itu. Aku dan dia mulai kembali dekat hingga saatnya ku
menyatakan cinta kembali padanya, “namun ia berkata bentar ya aku pikir
pikir dulu” aku yang terbakar api cinta melakukan hal bodoh yaitu
berkata “kenapa gak jawab sekarang aja sih” ia pun membalas “ya udah aku
engga mau!” aku tanya dia “kenapa?” dia pun berkata “padahal kalau kamu
mau sabar aku nerima kamu jadi pacar aku lagi, tapi karena kamu gitu
aku gak mau!” arrrgh bodohnya diriku ini! Menyianyiakan kesempatan itu,
semenjak itu aku dan dia kembali menjauh sampai aku tahu dia telah
menjalin hubungan dengan orang lain yang sampai saat ini masih
berpacaran denganya, dan aku mulai menjauh dan tak mau lagi mendekatinya
kembali.
Namun dari semua itu aku belajar bahwa apapun yang dilakukan tergesa
gesa tak akan berjalan dengan baik dan penyesalan itu pasti akan terjadi
di akhir tidak akan mungkin di awal. Aku pun melanjutkan kembali hidup
ini tanpa ada rasa sedih lagi karena telah mengikhlaskan semua itu,
terimakasih untuk pengalaman ini.
Cerpen Karangan: Helmy Yohanes
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar