Setelah sekian lama baru ku menyadari.. mengapa ku selalu menahan
rasa sakit ku.. ingin ku hapus saja semua, semua dendam ini tapi rasa
tak mungkin lagi.. biar kan ku pergi karena aku tak sanggup lagi
mengingat semua kenangan dulu di saat engkau menyakiti ku.. mengapa
semua terjadi disaat kau mulai menyadari semua kesalahnanmu padaku… tapi
ku tak sanggup lagi…
Entah sudah berapa kali benda yang dinamai handphone itu bergetar
menandai ada pesan masuk. sudah ku ketahui si pengirimnya dan dan isi
pesan itu. Yah dia lelaki yang pernah mengisi hari-hariku yang biasa
menjadi indah. MARIO STEVANO HALING itulah dia. Pria yang memiliki
pesona yang tidak bisa dihindari oleh kaum hawa, ya termasuk saya yang
sempat terpesona dengan dirinya. Tapi itu dulu tidak untuk sekarang.
Sekali lagi ku buka salah satu pesan singkat itu..
Sender: my Rio
Maafin aku, aku tau aku salah, aku tau sudah membuat mu kecewa tapi aku
mohon beri aku kesempatan… kesempatan sekali lagi untuk memeperbaiki
semuanya fy..
IFY P.OV
Sebenarnya hatiku sudah mulai tersentuh tapi kembali kenangan pahit itu
berputar di banak ku saat dia dengan mudahnya menyakitiku, dengan
mudahnya berbicara dan memperlakukan aku seperti bukan dengan seorang
kekasih. Kata-katanya malam itu sungguh meyakitkan, sungguh tak dapat
dipercaya dengan mudahnya kata-kata seperti itu terlontar dari mulutnya.
Seorang Mario berbicara seperti tu dengan kekasihnya sendiri, heemmmf
saat aku sudah benar-benar percaya dan memberi kesempatan untuk dia
memperbaiki kesalahan yang dulu, tapi lagi-lagi dia manyakiti aku, dan
mengecewakanku.
Andai waktu bisa diputar aku lebih memilih untuk tidak mengenalnya
saja, biarkan lah agar tak ada yang tersakiti di antara kami. Haaahh..
sudahlah semua sudah terjadi dan sekarang saatnya aku benar-benar
melupakannya.
Kembali handphone ku bersuara
Sender: my rio
Aku tau kamu brlum bisa maafin aku sekarang, tapi aku mohon kamu mau
maafin aku fy, aku bener-bener nyesel fy sudah melakukan itu, aku
bener-bener gak sengaja fy, entah lah aku merasa itu bukan aku dengan
mudahnya nyakiti kamu, aku mohon maafiin aku.. aku masih sayang kamu
fy..
Rio
Haaahh.. kata-kata mu menyakinkan tapi sungguh aku tak bisa kembali padamu.
“Heeii… melamun saja kamu, sudah lah lupakan lah, dia sudah telalu
sering dia melakukan itu dangan kamu, kakak sudah berapa kali
memperingatkamu kalau kalian itu tidak cocok..”
IFY P.OV
Yahh.. itu kakak ku yang selalu setia mendengarkan ceritaku, selain aku
dia, dan tuhan kakak ku mengetahui kisah ku ini, kakak ku yang selalu
menghibur disaat dia kembali menyakitiku, kakak ku yang setia
menghiburku memberi semangat untuk melupakan dia, tapi aku seperti
selalu terbius untuk mamafkan dia dan kembali padanya. Kak via yah
itulah namanya, dewasa, cantik baik dan penyayang berbeda denganku kak
via memiliki pacar yang selalu setia walau mereka bejauhan, kak iel yang
berada di Surabaya dan kak via di bandung mereka pacar jarak jauh tapi
komunikasi tetap meraka jaga, jujur aku kadang suka iri melihat mereka,
lucu memang tapi itulah kenyataannnya aku ingin seperti mereka yah andai
dia seperti kak iel yang baik yang selalu pengertian, tapi itulah
manusia tidak ada yang sama manusia tercipta berbeda-beda. Tapi aku
sungguh tak menyesal mengenal dia, hanya menyesali sifat dan sikapnya
saja.
“Heeii.. di ajak bicara malah nambah melamun.. aneh kamu.. sudah lah
tidur gih, sudah larut malam kakak duluan ya, oh ia ingat lupakan dia,
okeh sayang.”
tak ku jawab hanya senyuman perih yang ku berikan, dan sepertinya kakak ku mengetahui itu.
Entah sudah berapa lama ku berdiam, dan akhrinya Ku ikuti jejak kakak
ku yang telah tertidur pulas di samping ku.. waktu telah larut malam
dan saatnya untuk istirahat, terbesit di hatiku semoga besok aku
terbangun dengan kisah hidup yang indah dan benar-benar melupakan dia.
Yaahh semoga.
Tak terasa sudah berapa minggu aku tak berkomunikasi dengannnya, tapi
tidak dengan dia dia selalu mengirim pesan singkat maupun menelepon tak
sedikit pun ku hiraukan baik pesan maupun teleponnya. Entahlah ingin
rasanya berbicara dengan dia seperti sebelum-sebelumnya. Tapi hati ini
masih sakit benar-benar sakit.
Sender: 08772*********
Aku sadar aku salah.. maafin aku fy..
Yah itu nomor dia aku masih mengingat nomor itu,
Tak sedikit pun ku balas pesan darinya, entahlah ingin rasanya membalasnya tapi.. ahhh sudahlah biarkan lah.
—
“Ify…”
Deg.. rasanya udara saat itu berhenti.. suara itu suara yang dulu
kutunggu-tunggu, suara itu yang membuat aku jatuh cinta, tapi suara itu
juga yang menyakitiku.. yah siapa lagi kalau bukan dia
Rio.. yah dia rio, ingin rasanya aku berlari ke sisinya dan mengatakan
aku rindu dia. Rindu semua tentang dia.. tapi tidak, tekad ku
benar-benar sudah bulat MELUPAKANNYA itulah pilihan ku..
“Fy.. please dengerin aku.. fy tatap mata aku, aku sayang kamu beri aku kesempatan fy.. fy maafin aku ya..”
Aku hanya menunduk tak berani manatap dirinya, biarkanlah
“fy aku bener-bener nyesel fy, aku mohon fy..”
“fy please..”
“Fyy.. kamu denger aku gak sih..”
Aku tersentak dengan nada bicaranya yang mulai meninggi itu, ku tatap dia denagn muka yang entahlah tak dapat kugambarkan lagi..
“maaf fy.. aku gak maksud bentak kamu fy..”
“ify..”
“Cukupp.. cukupp yo.. berhenti ganggu aku, berhenti yo.. kita udah gak
ada hubungan apa-apa lagi, aku capek.. aku capek yo kamu tau.. sakit yo
sakit saat kamu ngelakuin itu. apa pernah terbesit di hati kamu disini
aku sakit yo.. enggak kan enggak sedikit pun..”
“Tapi fy… akuu…”
“Apa.. apa lagi yo.. mau nyakititi aku lagi, belum puas kamu hah.. kamu
gak tau yo jadi aku saat kamu nyakiti aku, coba kamu di posisi aku,
terus dengan mudahnya aku mintak maaf dengan kamu apa kamu bakal terima
aku, terus maafin aku.. enggak juga kan!! udah lah yo..”
Dengan berurai air mata yang tak terbendung lagi aku mengeluarkan semua uneg-uneg yang ku rasakan selama ini..
“Fy..”
“Udah yo.. udah lupain aku, okeh.. okeh yo aku maafin kamu.. tapi tidak
untuk memberi kamu kesempatan lagi.. kamu tau sudah berapa sering aku
beri kamu kesempatan, tapi apa haah ngak sedikit pun kamu berubah.. mana
janji kamu mana omongan kamu, udah la yo, semua sudah berakhir berteman
mungkin itu lebih baik, aku tau.. aku tau yo, aku memang gak bisa jadi
yang kamu mau kan.. aku gak bisa seperti perempuan yang lain yang selama
ini dekat dengan kamu, aku gak bisa seperti meraka karena aku emang
begini, maaf yo, lepasin tangan aku aku mau pulang..”
Kulihat wajah rio yang mulai melemah, entahlah dari mana keberanian ini
tiba-tiba saja aku mengucapkan semua itu.. rio maaf tapi ini harus aku
lakuin semoga kamu mengerti yo.. untuk kamu semoga kamu benar-benar
berubah..
“Fy.. oke aku terima semua itu fy.. tapi harus kamu tau aku..”
“Stoop yo.. aku mau pulang..”
Ku tinggalkan rio, ku dengar dia melanjutkan kata-katanya yang ku potong tadi dengan suara lantangnya..
“Ify aku sayang kamu fy.. ku mohon beri aku kesempatan…”
—
Setelah sekian lama baru ku menyadari..
mengapa ku selalu menahan rasa sakit ku..
ingin ku hapus saja semua, semua dendam ini tapi rasa tak mungkin lagi..
biar kan ku pergi karena aku tak sanggup lagi mengingat semua kenangan dulu di saat engkau menyakiti ku..
mengapa semua terjadi disaat kau mulai menyadari semua kesalahnanmu padaku …
tapi ku tak sanggup lagi…
# rosa_tak sanggup lagi
—
Cinta sesuatu yang indah bila kita saling mengerti, saling menghargai..
Coba lah mengahargai betapa berharganya suatu nilai dari sekeping hati..
Cerpen Karangan: Sulestiyana RH
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar